Sunday, 24 August 2014

Syekh Juha "Waktu minum teh"

Eps : Waktu minum teh

         Syaikh Juha merasa haus dan ingin minum teh. Ia berhenti di depan kedai minuman, dan menghitung uangnya. Pada saat itu seseorag datang menghampiri.
         “keledaiku telah dicuri, apa yang harus kulakukan?”
         “temukan orang yang mencurinya” jawab syaikh juha
         “itu mudah dikatakan, kau harap engkau dapat mengatakan dimana aku dapat menemukannya.!”
         “mungkin aku dapat membantu mu. Ada satu tempat dimana dia akan pergi cepat atau lambat.” Jawab syaikh Juha
         “kemana?”
         “dapatkah kita minum teh dulu?” kata syaikh juha
         Mereka duduk di dalam kedai dan minum teh. Kemudian setelah selesai orang itu membayar teh dan makanan kecil yang mereka makan.
         “sekarang maukah engkau mengatakan dimana aku dapat menemukan pencuri itu”


         “ya.” Kata syaikh juha. “ada satu tempat dimana dia akan kesana, cepat atau lambat. yaitu Kuburan. Tunggulah pencuri itu disana.”

bonus tebak tebakan "paku apa yang paling daleeeem ???
Ayooo apa ..


nyerah ?? oke jawabanyya ada di bawah 
PAKU cinta pada mu :D :v kikikikik

Wednesday, 13 August 2014

cerita Syaikh juha "Tukang kebun yang setia"

Eps : Tukang kebun yang setia




         Suatu hari sang khalifah duduk di atas batu di taman, tetapi ia merasa jengkel melihat taman yang ia sayangi begitu tidak ter’urus. lalu khalifah memerintahkan algojo kerajaan menangkap dan membunuh si tukan kebun
         Sebelum menjalani hukuman mati, si tukang kebun mempunyai satu perimintaan, yaitu brtemu dengan khalifah. Permintaan itu dikabulkan.
         Pada saat menekati singgasana, dia membersihkan tenggorokan dan meludahi kaki khalifah. Khalifah terkejut dan meloncat ke beakang.
         “kurang ajar. Beraninya engkau meludahi kaki ku, apa maksudmu?
         Sebenarnya tukang kebun itu hanya menuruti saja kata kata syaikh juha. Dan sebelum si tukang kebun itu menjawab, syaikh juha melangkah ke depan untuk membela orang ini.
         ‘yang mulia, tidak ada orang yang lebih setia daripada si tukang kebun yang malang ini. Ia khawatir orang orang akan menuduhmu telah menghukum mati seorang tukang kebun hanya karena alasan yang sepele. Karena itu dia melakukan perbuatan tadi agar kesalahannya menjadi lebih berat dan engkau mempunyai alasan  yang tepat untuk menggantungnya.” Kata syaikh juha
         Mendengar penjelasan syaikh juha. Khalifah menyadari kesalahannya, hampir saja ia berbuat tidak adil.
         “bebaskan dia” perintah khalifah

imam gimnastiar tentang abdi (fb) : imam gimnastiar

Syaikh Juha "ongkos toilet"

Eps : Ongkos toilet

Suatu hari syeikh juha pergi ke penginapan, tetapi karena ia berpakaian amat sederhana, pelayan penginapan itu tidak melayaninya dengan baik. Mereka hanya memberikan sabun, handuk dan pakaian dalam.
         Ketika hendak pergi. Syaikh Juha tidak mengeluh pada para pelayan, justeru memberi masing masing satu keping emas. Kebaikan syaikh  juha membuat para pelayan heran dan bertanya tanya, apakah mereka telah memperlakukannya dengan baik hingga layak mendapatkan tips yang begitu besar.
         Minggu berikutnya syaik Juha datang lagi ke penginapan. Kali ini para pelayan memperlakukan Syaikh juha sangat luar biasa, ia diberi handuk bordir dan pakaian dalam dari sutra.
         Setelah dipijat dan diberi parfum dia meninggalkan tempat mandi dan memberikan setiap penjaga sekeping uang perunggu yang nilainya pailng kecil.

         “ini, untuk kedatanganku yang kemarin dan uang emas yang kemarin, untuk kedatanganku hari ini.” Kata syaikh juha


about me (fb) : imam gimnastiar

Sunday, 3 August 2014

syaikh juha "syaikh juha dan tukang fitnah"

Eps : syaikh Juha dan tukang fitnah

         Suatu hari seseorang yang telah menyebarkan fitnah dan menjelek-jelekan nama syaikh Juha datang kepada nya dan mengatakan menyesal atas apa yang sudah terjadi.
         “aku tidak akan mengulangi lagi. Katakan apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku,” kata orang itu
         “tidak ada” kata syaikh juha.
         “pasti ada yang bisa kulakukan” paksa orang itu
         “jika kamu memaksa, maka sekarang bawakan Aku sebuah bantal bulu”
         Orang itu segera pergi dan kembali dengan membawa bantal bulu.
         “sekarang berdilih di tengah jalan dan bukalah bantal itu,” perintah syaikh Juha
         Orang itu melakukan apa yang diperintahkan. Bulu bulu itu keluar dari bantal dan terbang  tertiup angin.
         “sekarang apa lagi?”
         “kumpulkan bulu-bulu itu dan kembalikan ke bantal”
         “tetapi itu tidak mungkin, bulu-bulu itu sudah terbang jauh.”
         “Demikian juga dengan apa yang telah engkau lakukan kepadaku. Beritanya sudah tersebar las dan sekarang engkau tidak dapat membersihkan namaku yang sudah terlanjur tercemar,” kata syaikh juha.