Baru saja saya merasakan sensasi emosional yang luat biasa,
karena baru saja saya mengunjungi website rival ke dua saya,
Dalam website nya itu terdapat sebuah artikel tentang
biodata perjalanna hidupnya, di dalam artikelnya ia menuliskan tentang prstasi prestasiny
dan juga perjalanan hidup nya sampai saat ini, setelah saya baca betapa iri
bercampur malu nya saya, ternyata rival saya adalah orang hebat dengan sejut a
prestasi , ia mendapatkan penghargaan disana sini , di sekolah ia di percayai
sebagai protokl tetap, juga menjadi aktor utama kabaret sebuah organisasi seni
di sekolah kita dulu.Akhirnya saya pun jadi memflash back masa lalu saya di sekolah, dan ternyata setelah saya fikir dikir Sya tidak mempunyai prestasi ketika di sekolah, sya hanya menghabiskan waktu belajar saja dengan hardolin semata,
Dear Rivalku, terimkasih telah menjadi rivalku, walaupun
saya tau dengan pasti kalau kau tak tau diriku disini,
Dear rivalku, ku berharap kelak aku b isa menyusul mu, walau
hanya sebatas kenal, semoga tuhan mempertemukan kita kelak, namun mesti dengna
perjalanna yang panjang ku menepuhnya karena kau sudah jau melangkahi aku
Dear rivalku telah menjadi
setitik hikmah cahaya di tengah kegelapan diriku




