Thursday, 25 September 2014

Eps : kata-kata ku atau kata-kata keledaiku

       Suatu hari seorang tetangga yang dibeci oleh syaikh juha mengetuk pintu. Dengan berat hati Syaikh juha membukakan pintu., dan sang tetangga telah berdiri dihadapannya.
       Syaikh juha, dapatkah aku meminjam keledaimu barang sehari saja?” pinta si tetangga.
       “Maaf, jawab syaikh juha.” Tentu saja engkau dapat meminjamnya jika keledai itu ada, tetapi sayang keledai itu tidak ada.”
       Selesai Syaikh juha berbicara, dari belakang keledainya mengeluh!.
       “mengherankan sekali, Syaikh juha! Baru saja aku mendengar suara keledaimu” kata si tetangga.

       “justeru aku yang heran, dan merasa terhina!” teriak syaikh juha lantang. “aku lebih baik tidak memiliki tetangga seperti dirimu karena engkau lebih mempercayai keledai daripada tuannya.”

Sunday, 21 September 2014

Syekh juha Eps : menghindari penilaian

       Suatu hari Syaikh juha dan anaknya mengadakan perjalanan. Dia menyuruh anaknya untuk naik keledai sementara dia sendiri berjalan kaki. Samapi di suatu desa mereka bertemu beberapa orang, dan sala satu dari warga desa itu berkata, “lihatlah pemuda yang tidak tahu sopan santun itu. Dia enak-enakan duduk diatas keledai sementara ayahnya yang malang berjalan kaki!”
       Anak syaikh juha merasa malu, Akhirnya ia turun dari keledai, dan memaksa Syaikh juha untuk duduk diatas keledai.
       Dan ketika memasuki sebuah perkampungan. Mereka brtemu dengan beberapa orang, sala seorang dari warga itu menyindir, “lihatlah, pemuda malang itu berjalan kaki, sementara ayahnya yang tak kenal belas kasihan duduk diatas keledai.”
       Setelah melewati kampung tersebut Syaikh juha berkata kepada anaknya, “anakku, yang terbaik untuk kita adalah berjalan kaki bersama.”
       Akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanan dan berjalan kaki berdua. Dan kembali mereka berpapasan dengan orang lain, kembali oran orang itu berkomentar,  “lihatlah kedua orang bodoh itu, mereka berjalan diterik matahari dan tidak satupun darimereka yang mengendarai keledainya!.”
       Syaikh juha menatap anaknya dan berkata, “begitulah, betapa sulit bagi kita utuk melarikan diri dari prasanka orang .”

Tuesday, 16 September 2014

Tidak berharga dan tidak bernilai

Eps : tidak berharga dan tidak bernilai

       Suatu hari seorang sahabat bertanya kepada syaikh juha. “wahai syaikh juha, engkau dikenal sebagai orang bijak. Sekarang dapatkah engkau mengatakan pada kami, di dunia ini apa yang engkau anggap paling berharga?
       “nasehat” jawab syaikh juha
       Temannya berfikir sesaat dan melanjutkan pertanyaannya, “jika begitu apa yang engkau anggap paling tidak bernilai?”
       “nasihat” jawab syaikh juha lagi
       Para pendengarnya nampak tidak puas.”bagaimana sesuatu menjadi sangat berharga dan dan jga tidak bernilai? Engkau pasti membuat kesalahan,” protes mereka
       “tidak temanku. Aku tahu apa yang aku katakan. Suatu nasehat yang dijalankan akan enjadi sesuatu yang berharga, tetapi jika tidak dilaksanakan, tidak akan bernilai sama sekali.”

Eps : kebijaksanaan Tuhan
       Suatu siang yang panas. Syaikh juha sedang duduk beristirahat di bawah pohon kenari. Di sana ia melihat buah abu yang besar hidup pada tanaman rambat. Ia juga melihat buah kenari tumbuh di atas pohon yang besar.
       “terkadang Aku tidak memahami penciptaan tuhan ! buah kenari yang begitu kecil tumbuh di pohon yang besar, dan labu yang begitu besar tumbuh di atas tanaman yang kecil.”
       Saat itu sebuah kenari lepas dari tangkainya dan jatuh di atas kepala Syaikh juha. Dia terbangun, menengadahkan tangan dan berkata, “wahai Tuhan ku! Ampunilah Aku yang mempertanyakan cara Mu. Engkau sungguh bijaksana. Apa jadi nya diriku, jika labu itu yang jatuh diatas kepalaku.

Eps : Mereka yang tahu dan mereka yang tidak tahu
       Suatu hari Syaikh juha diminta untuk menjadi khatib jum’at, Biasanya ia tidak pernah bersedia jika diminta menjadi khatib, tetapi karena hari itu ia dipaksa, akhirnya berangkat juga.
       Setelah berada di atas mimbar, “saudara saudara, apakah saudara saudara tahu apa yang saya akan bicarakan?”
       Hadirin serempak menjawab “Tidak, kami tidak tahu apa yang akan tuan sampaikan.”
       Mendengar jawaban jemaah, syaikh juha tersenyum dan berkata, “jika demikian, untuk apa saya berbicara pada orang orang yang belum tahu.” Lalu ia turun dari mimbar dan pulang.
       Jum’at berikutnya. Ia kembali di minta menjadi Khatib. Di atas mimbar ia mengulangi kembali pertanyaan minggu lalu, “apakah saudara saudara sudah tau apa yang saya utarakan?”Jamaah yang sudah belajar dari pengalaman sebelunya menjawab “ Sudah, kami sudah mengetahu apa yang hendak tuan sampaikan,”
       Lagi lagi Syaih juha tersenyum dan berkata, “Jika demikan, buat apa saya berbicara kepada orang yang sudah tahu?” lalu ia turun kembali.
       Pada Jum’at ketiga, dia kembai diatas mimbar dan menanyakan hal yang sama. “apakah saudar saudaraa sudah mengetahui apa yang hndak saya samapaikan?
       Hadirin sekarang sudah menjadi lebih cerdik, sebagian dari mereka menjawab< “ kami sudah tahu” sedang sebagian yang lain menjawab “Belum, kami belum mengetahui” mereka berharap dengan jawaban itu Syaikh juha akan berkhubah.
       Tetapi dengan tersenyum Syaikh juha berkata “Nah jika demikian, mak sebaiknya yang sudah tahu memveri tahu kepada yang sudah tah, dan yang beu tahu, belajar lah pada orang orang yang ebih tahu. 

Sunday, 14 September 2014

Kuda Cepat

Eps : kuda cepat
         Suatu hari khalifah berjanji akan memberi seekor kuda kepada Syaikh juha. Dan janji itu ditepati, Khalifah memerintahkan pegawai istana untuk mengirimkan seekor kuda kepada syaikh Juha.
         Pegawai istana yang tidak senang dengan keberuntungan syaikh juha, mengirimkan seekor kuda yang tua dan sakit sakitan. Ketika sampai ke rumah syaikh juha, kuda itu jatuh dan mati.

         Keesokan harinya, kahlifah melihat syaikh juha datang berjalan kaki. “mengapa engkau berjalan kaki? Dimana kuda yang aku kirimkan kepadamu?” tanya khalifah penasaran.

Syekh Juha

Eps : tempat yang menakutkan

Suatu hari seorang tamu datang kepada syaikh juha dan menanyakan sesuatu
         “syaikh juha, tempat dimana kita berasal dan tempat dimana kita akan pergi itu seperti apa?”
         “itu suatu tempat yang menakutkan,” jawab syaikh Juha.
         “mengapa demikian” jawab si tamu
         “saat engkau datang dari sana waktu bayi, engkau menangis dan saat seseorang harus pergi kesana semua orang menangis”