Eps : tidak
berharga dan tidak bernilai
Suatu hari seorang sahabat bertanya kepada syaikh juha. “wahai
syaikh juha, engkau dikenal sebagai orang bijak. Sekarang dapatkah engkau
mengatakan pada kami, di dunia ini apa yang engkau anggap paling berharga?
“nasehat” jawab syaikh juha
Temannya berfikir sesaat dan melanjutkan pertanyaannya, “jika
begitu apa yang engkau anggap paling tidak bernilai?”
“nasihat” jawab syaikh juha lagi
Para pendengarnya nampak tidak puas.”bagaimana sesuatu menjadi
sangat berharga dan dan jga tidak bernilai? Engkau pasti membuat kesalahan,”
protes mereka
“tidak temanku. Aku tahu apa yang aku katakan. Suatu nasehat
yang dijalankan akan enjadi sesuatu yang berharga, tetapi jika tidak
dilaksanakan, tidak akan bernilai sama sekali.”
Eps : kebijaksanaan Tuhan
Suatu siang yang panas. Syaikh juha sedang duduk beristirahat
di bawah pohon kenari. Di sana ia melihat buah abu yang besar hidup pada
tanaman rambat. Ia juga melihat buah kenari tumbuh di atas pohon yang besar.
“terkadang Aku tidak memahami penciptaan tuhan ! buah kenari
yang begitu kecil tumbuh di pohon yang besar, dan labu yang begitu besar tumbuh
di atas tanaman yang kecil.”
Saat itu sebuah kenari lepas dari tangkainya dan jatuh di atas
kepala Syaikh juha. Dia terbangun, menengadahkan tangan dan berkata, “wahai
Tuhan ku! Ampunilah Aku yang mempertanyakan cara Mu. Engkau sungguh bijaksana.
Apa jadi nya diriku, jika labu itu yang jatuh diatas kepalaku.
Eps : Mereka yang tahu dan
mereka yang tidak tahu
Suatu hari Syaikh juha diminta untuk menjadi khatib jum’at,
Biasanya ia tidak pernah bersedia jika diminta menjadi khatib, tetapi karena
hari itu ia dipaksa, akhirnya berangkat juga.
Setelah berada di atas mimbar, “saudara saudara, apakah
saudara saudara tahu apa yang saya akan bicarakan?”
Hadirin serempak menjawab “Tidak, kami
tidak tahu apa yang akan tuan sampaikan.”
Mendengar jawaban jemaah, syaikh juha
tersenyum dan berkata, “jika demikian, untuk apa saya berbicara pada orang
orang yang belum tahu.” Lalu ia turun dari mimbar dan pulang.
Jum’at berikutnya. Ia kembali di minta
menjadi Khatib. Di atas mimbar ia mengulangi kembali pertanyaan minggu lalu,
“apakah saudara saudara sudah tau apa yang saya utarakan?”Jamaah yang sudah
belajar dari pengalaman sebelunya menjawab “ Sudah, kami sudah mengetahu apa
yang hendak tuan sampaikan,”
Lagi lagi Syaih juha tersenyum dan
berkata, “Jika demikan, buat apa saya berbicara kepada orang yang sudah tahu?”
lalu ia turun kembali.
Pada Jum’at ketiga, dia kembai diatas
mimbar dan menanyakan hal yang sama. “apakah saudar saudaraa sudah mengetahui
apa yang hndak saya samapaikan?
Hadirin sekarang sudah menjadi lebih
cerdik, sebagian dari mereka menjawab< “ kami sudah tahu” sedang sebagian
yang lain menjawab “Belum, kami belum mengetahui” mereka berharap dengan
jawaban itu Syaikh juha akan berkhubah.
Tetapi dengan tersenyum Syaikh juha
berkata “Nah jika demikian, mak sebaiknya yang sudah tahu memveri tahu kepada
yang sudah tah, dan yang beu tahu, belajar lah pada orang orang yang ebih tahu.