Akhir akhir ini ane merasa terserah dengan kehidupan ane . Ane ga terlalu memikirkan masa depan ane mau seperti apa. Ane fikir hidup mengalir saja seperti air menjalani semuanya yang ada ta perlu khawatir dengan hari esok apalagi masa depan.
Bukan tanpa alasan kenapa ane berfikir seperti itu. . Fikiran ini muncul karena ane merasa apa yang ane harapkan tak pernah ada yang kunjung jadi kenyataan. Seperti contoh ane dulu saat sekolah di smk berharap ane bisa kerja sambil kuliah nantinya, namun nyatanya hari ini ane ga kuliah dan juga ga kerja. Atau ane dulu berharap kalau ane dah kerja ane mau beli buku minimal satu bulan satu bungku dan ternyata saat ane kerja di honda planning tersebut tidak terlaksana. .
Darisitulah kenapa ane beriubah fikiran yang asalnya awarnes terhadap masa depan menjadi acuh dan tidak peduli dengan masa depan
Tapi seiring berjalannya waktu rupanya Apa yang ane lakukan sekarang ini salah hingga tuhan pun menegur ane dengan cara mendatangkan bapa bapa tua ke hadapana ane
Singkatnya pada saat jagain toko. Tiba tiba ada seorang bapa bapa datang menghampiri ane. Umurnya kisaran 50 an
Bapak bapak tua ini datang mendekati ane untuk minta uang dengan nada sedikit memelas bapak ini bilang "de minta uang dong 2000 saya lapar" melihat gelagat nya yang tiba mebdekati ane . Ane jadi curiga kalau orang ini mau nipu ane. Ane pun pasang siaga jika terjadi hipnotis penipuan dan hal hal lain yang tidak inginkan
Dengan nada datar. Gue bilang ke si bapa ini emang bapa dari mana ?
Dari bekasi bapa itu jawab . " saya sudah keliling jakarta sukabumi bogor nyari kerja bangunan ga dapet dapet.
"Bapa bener orang bekasi coba saya liat ktp nya" tanya saya curiga
Lalu si bapa ini meyodorkan ktp nya dan menjawab " saya ga bohong de. Ngapain saya bohong wong saya sholat 5 waktu tiap hari"
Mendengar jwabn itu saya mulai percaya kalau bapa bapa ini memang jujur.
Dia pun melanjutkan pembicaranya dia bilang "kenapa saya minta uangnya dengan cara sepeti ini minta tolong ke ade. Karena saya ga mau kaya orang orang minta" sambung dia
Karena penasaran ane pun menanykan beberapa hal kepada si bapa
"Memang keluarga bapa kemana"? Tanya ane
"Sya udah cerai dengan istri saya dan anak saya udah nikah."
"Loh kenapa ga tinggal sama anaknya saja" tanya ane
"Saya ga enak sama istriny karena dia bukan anak saya. saya juga ga mau mnta tolong sama keluarga saya karena saya malu. Kalaupun nanti keluarga saya nolongin saya merka pasti bilang " kalau bukan karena saya kamu ga bakal bla bla bla " saya gau mau kaya gitu"
Mendengar cetita si bapa ini ane jadi kefikiran sama diri ane . Difikir fikir ane pun ga punya keluarga (kakak atau adik) seumpama udah tua nanti kalau ane ga mempersiapkan diri dari sekarang kemungkinan kisah hidup ane akan berkahir seperti si bapa ini gue fikir waktu itu.
Akhirnya saya pun memberi nya uang dan si bapa tsb pun lekas pergi
Setelah kepergian si bapa. Ane merenung dalam diri. Ternyata hidup tidak bisa mengalir seperti air. Hidup harus dipersiapkan dengan matang sejak saat ini karena kalau tidak dipersiapkan maka potensi mengalami kegagalan pun akan besar dan menjafi gagal itu tidak menyenangkan menyusahkan dan merepotkan. . (Iuuuh)
Ane yakin kehadiran si bapa ini sudah Alloh takdirkan untuk mengingatkan ane. .
Dan
Mulai saat itu ane bertekad untuk berubah. tidak ada lagi menjalani aktifitas biasa biasa ajah . hidup ane harus lebih keras. Lebih cerdas. Lebih cemerlang. Lebih berisi.
Untuk menyongsong masa depan ane yang mau tidak mau akan berjumpa dengan ane suatu saat kelak.
-thx for reading





